Side Note

Mari membaca artikel, membaca adalah bagian dari ilmu.

Label

acara Tv (2) Aplikasi (12) Design (6) Game (7) Ilmu (35) Kesehatan (4) Komputer (25) mistis (1) Review (5) Serba Serbi (25) Test (5) Tips (17) Trik (13) tutorial (9)

Advertisement

 

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Join Sahabat Blogger Group on telegram 

About Me

Apa itu Inner Child?

1 comment

Waktu terus berlalu dan terus berputar tanpa henti. Kita sebagai manusia terkadang tidak merasakan bahwa diri kita sebentar lagi akan beranjak menjadi dewasa atau diri kita sudah menjadi dewasa bagi kita sendiri.

Sering kali kita bersikap mudah tersinggung, mudah marah, mudah menangis, tak bisa kontrol emosi, dan mudahnya kita berfikir bahwa memutuskan hubungan dengan orang lain akan merasa lebih melegakan. Orang orang selalu seperti itu, dan itu dilakukan tanpa disadari.



Inner Child adalah sisi kepribadian yang ada pada diri kita, yang masih bersifat kekanakan. Hal ini membuat beberapa orang dewasa terkadang menjadi pribadi sensitif layaknya seorang anak kecil yang mudah tersinggung, mudah tersulut emosi, dan mudah terbawa perasaan.

Inner child juga bisa terjadi antara masa lalu yang menyenangkan atau masa lalu yang menyedihkan. tentunya, kebanyakan inner child lebih dirasakan pada anak-anak yang memilik luka pada masa lampau.

Figur Inner Child dalam diri kita adalah sebuah anak kecil yang terbentuk dari pengalaman diri kita pada masa lampau atau trauma/luka pada masa kecil kita dahulu.
Intinya, Inner Child adalah sisi masa kecil diri kita yang terbawa sampai kita dewasa nanti ( tetapi pada alam bawah sadar kita )

Sayangnya, inner child ini sering tidak disadari pada diri orang dewasa. Dengan inner child yang terluka itu pula, akan menunjukan sifat yang kekanakan. Dan, membuat trauma pada diri seseorang menjadi ter-amat lama sembuh. 

Trauma atau inner child mereka yang terluka, terkadang juga membawa pengaruh buruk terhadap mereka dimasa depan. Seperti kurang percaya diri, anti--kritik, overthinking, takut disakiti orang lain, mudah merasa cemas, dan sering khawatir.


Peran Orangtua

Peran orangtua dalam pertumbuhan diri seorang anak sangatlah penting. Mereka harus selalu memberi kepercayaan dan dukungan pada diri seorang anak.
Tetapi, tidak semua orangtua berlaku demikian. Beberapa orangtua di dunia, terkadang ada yang membuat luka/trauma pada anaknya sendiri. Entah itu ibu atau ayah, atau keduanya. Trauma yang diberikan orangtua akan memberikan dampak yang lebih besar kepada anaknya di masa depan kelak. Jika, saja anaknya bisa berdamai dengan inner child mereka. Mereka sudah pasti akan sedikit tenang, namun jika mereka mengalami trauma yang mendalam. Mereka akan terjebak dalam trauma itu dan terus tersiksa.

Peran Lingkungan
Peran lingkungan sekitar juga penting terhadap diri kita. Tentunya lingkungan sekitar ini juga berdampak pada masa depan kita.

Lingkungan sekitar tidak berlaku pada tetangga saja. Tetapi menyangkut keluarga besar dan lingkungan umum yang sering kita singgahi ( sekolah dan kantor ).
Beberapa lingkungan sekitar rumah, pastinya ada sebuah negatif area yang akan membawa beberapa perilaku buruk untuk masa depan nanti. Atau, kepribadian keluarga besar yang toxic, suka ikut campur, dan trouble maker. Pada beberapa kasus, banyak dari trauma yang dihasilkan oleh keluarga terdekat, entah itu truama akibat perlakuan buruk, ucapan yang bikin sakit hati, atau yang lebih parah pelecahan seskual.

Kasus pada lingkungan sekolah anak juga dapat menyebabkan inner child menjadi terluka. Beberapa anak di dunia, mendapatkan perilaku yang tidak pantas dari teman maupun gurunya. Kasus perundungan(bully) kerap kali terjadi di jenjang pendidikan SD - SMA. 
Luka yang menyakitkan semasa kecil itu tidak disadari bahkan sampai kita beranjak dewasa.

Berdamai dengan Inner Child
Tentunya, berdamai dengan inner child adalah salah satu upaya agar kita lebih merasa baik dan perlahan sedikit bisa berdamai dengan trauma pada masa lalu.
Setelah berdamai dengan "anak kecil" pada diri kita, kita akan merasa menjadi pribadi yang berbeda dan menyenangkan. 

Tentunya, berdamai dengan "inner child" pada diri kita bukanlah hal yang mudah dan singkat bila dilakukan. Butuh waktu yang lumayan lama untuk menerima, berdamai, dan memahami diri anak kecil pada diri kita. Semua jawaban ada pada diri kita, kita harus sadari dan terima inner child itu pada diri kita sendiri. Trauma yang ada pada diri anak kecil itu adalah trauma kita bersama. Maka dari itu, bersama-sama melawan dan menghadapi luka dimasa kecil tersebut.

Penutup
Peran orangtua dan lingkungan memang sangat penting, semua orang didunia pasti mempunyai trauma yang beragam pada masa kecilnya. Beberapa sifat inner child pada diri pribadi seseorang pasti berbeda pula. Maka dari itu, mulai sekarang. Tanamlah sifat yang baik dan memberi pengaruh baik bagi siapapun. Agar tercipta peran orangtua dan penyokong lingkungan masa depan yang baik pula.

Terimakasih, sudah membaca artikel Dipronetz kali ini. Sekian, dan sampai jumpa di artikel berikutnya.
Taradipa
Pelajar yang hobinya dengerin lagu slow rock yang ditambahkan dengan sedikit bumbu ballad, juga nge-stan dengan IZ*ONE, dan yang terakhir suka kopi dan kamu.

Related Posts

1 comment

Post a Comment